Berberes Taman Menyambut Musim Dingin di Belanda

Winter komt er aan!… Winter comes soon!… Winter sebentar lagi!

Bulan Oktober cuaca di Belanda sudah mulai dingin. Musim gugur telah tiba. Temperatur dibulan ini berkisar antara 15° celcius. Temperatur juga masih bisa naik turun, wisselvalig kita menyebutnya. Bisa turun sampai 5° celcius dan bisa juga naik sampai 20° celcius. Sama halnya seperti saat musim semi tiba. Diawal musim semi kita mungkin masih dikasih salju dan diawal musim gugur mungkin kita masih diberi diskonan matahari😁. Begitulah pengalaman saya yang hampir 4 tahun tinggal di Belanda.

Jika musim semi tiba, saya sibuk menanam bunga. Jika musim gugur tiba, saya sibuk beresin bunga. Begitulah setiap tahunnya. Bukan saya saja, tapi mayoritas orang Belanda melakukan hal yang sama. Salah satu rutinitas tahunan selain summer holliday😁.

Beberapa hari sebelum hari H kami cek weer bericht, cuaca menunjukkan bagus untuk hari Sabtu ini. Walaupun di Jepang sedang ada badai Hagibis, tapi efeknya tidak sampai kesini. Duarrr… ngaco dan gak nyambung!🙏. Semoga warga Jepang diberi ketabahan dengan musibah ini. Amin.

Sabtu ini deal mesti beresin taman sebelum pergi liburan!. Ambil telepon dan telpon bapak mertua apakah kiranya beliau sudi membantu?!… Jadi vrijwiliger beresin taman kami😆. Tidak ada kata “tidak bisa” kalau urusan taman buat bapak mertua. Beliau suka sekali bekerja ditaman. Taman saya necis terkadang juga karena sentuhan tangan beliau😁.

Hari H tiba. Kamipun siap menggunduli taman saya. Memilih-milih tanaman apa saja yang mesti dibuang dan yang mesti disisakan. Tanaman/bunga ditaman saya sebagian kecil adalah vaste plant. Jenis tanaman ini yang mesti dipertahankan. Dan sebagian besarnya adalah seisoen plant. Jenis tanaman ini yang mesti diberesin.

Apa sih vaste plant dan seisoen plant?… nggak ngerti deh!

Vaste plant Artinya tanaman/bunga ini tahan disemua musim baik winter atau summer. Jadi tipe bunga ini dimusim dingin dia tinggal batangnya saja dan kembali berbunga disaat musim panas tiba. Contoh bunga ini adalah hortensia, mawar, lavender, magnolia, hibiscus. Sedangkan Seisoen plant adalah bunga yang bisa hidup dimusim tertentu saja. Kebanyakan sih di musim panas doank. Boleh juga dibilang bunga musiman. Contohnya adalah tulip, petunia, dahlia, geranium. Tips dari bapak mertua untuk bunga tulip, dahlia, lily sebaiknya potong saja batangnya hingga rata tanah atau tidak sampai mengusik umbinya maka summer tahun depan dia akan tumbuh batang baru dan berbunga lagi😉.

Seharian sibuk berberes taman dengan sekali break untuk lunch akhirnya taman siap menyambut winter. Vaste plant kita biarkan menjadi penjaga taman dan seisoen plant kita buang. Termasuk cherry tomato saya yang alhamdulillah berbuah lebat tahun ini dan rasanya manis kata teman-teman yang pernah mencicipinya. Bahkan ada yang bilang lebih enak daripada yang beli dari supermarket😁.

Sampai jumpa bunga-bunga di summer tahun depan. Semoga tahun depan tamanku bisa hadir dengan wajah baru. Emangnya pergi oplas dulu apa🤣… Iya, rencana mau di oplas lagi biar tidak bau taman dari penghuni lama haha…

Advertisements

Visit Kutna Hora dan Sedlec Ossuary

Dalam perjalanan itu tour guide kami sedikit menguraikan arti nama Kutna Hora. Dia menjelaskan ada dua versi arti nama tersebut. Versi pertama adalah kata “Kutna” yang berarti “kerudung”. Kerudung yang dimaksud adalah kerudung biarawan (monk) yang tinggal di Kutna Hora, atau dalam bahasa Ceko “kutani”. Versi kedua adalah kata “Kutna” yang berarti “menggali” atau dalam bahasa Inggrisnya “To dig”. Sedangkan kata “Hora” sendiri berarti “bukit”. Kalau digabungkan saya pribadi lebih suka versi kedua. Kutna Hora berarti sebuah bukit yang perlu digali karena silvernya. mungkin begitu kura-kura😁. Ngawur lagi ya😁😁… Menurut anda gimana?….

View Kutna Hora dari Sint Barbara Cathedral
View Sint Barbara Cathedral dari St. James church
Sedlec Ossuary

Kutna Hora awalnya adalah daerah agraris sebelum silver ditemukan oleh biarawan pada abad ke 10. Setelah silver ditemukan,area ini berubah drastis menjadi area pertambangan. Pada saat itu juga mata uang koin diproduksi dan dijadikan mata uang resmi di Ceko dan beberapa negara/kerajaan tetangga. Lebih jelasnya seperti Euro yang dipakai untuk negara uni Eropa saat ini, begitulah posisi uang koin tersebut saat itu. Silver menjadikan kota ini kaya dan bersaing dengan Prague dalam bidang ekonomi dan budaya. Kutna Hora juga menjadi tempat tinggal favorit dari raja-raja bohemia saat itu.

Kutna Hora yang dulunya hijau berubah tandus/kering karena aktivitas penambangan. Boleh dibilang area ini jadi tercemar karena aktivitas penambangan silver. Pencemaran baik air dan udara menjadi masalah utama di kota ini saat itu. Bahkan penduduk dikota ini lebih memilih minum bir daripada minum air karena saking tidak layaknya air dikota ini untuk dikonsumsi. Sejak tahun 1995 Kutna Hora dalam lindungan UNESCO.

Kutna Hora centrum

Things to do in Kutna Hora

1. Bone Church, Sedlec Ossuary

Setelah kurang lebih 1.5 jam perjalanan dari Prague sampailah kami di Kutna Hora. Minibus kami parkir persis berseberangan dengan sebuah gereja tua di kota Sedlec. Kota kecil berjarak kira-kira 2.5 km dari pusat kota Kutna Hora. Sedlec adalah perhentian pertama tour kami di Kutna Hora. Tujuan pertama kami di Sedlec adalah Bone Church. Tapi tour leader kami pun mengajak kami singgah sejenak di gereja tua ini karena gereja ini juga merupakan saksi sejarah kota tersebut.Church of Our Lady nama gereja itu. Merupakan gereja gothic-baroque tertua di Ceko. Gereja ini dibangun kira-kira pada abad ke 11 dan terbakar habis saat hussites war kemudian dibangun kembali pada abad 17an. Santini adalah salah satu arsiteknya.

Church of Our Lady di Sedlec
View dalam gereja Our Lady

Berjalan kaki kira-kira 50 meter dari tempat ini barulah kami sampai di Sedlec Ossuary (Bone Church). Sebuah kapel yang dibangun ditengah-tengah makam/kuburan dan didalamnya terdapat ribuan tengkorak manusia yang disusun cantik. Terdapat 3 piramida dalam kapel ini yang disusun dari tengkorak-tengkorak manusia. Ngeri-ngeri sedap kalau sedang didalam kapel ini dengan dikelilingi tengkorak-tengkorak manusia. Baca juga cerita Sedlec Ossuary.

Kini tempat itu juga dalam list UNESCO, walaupun diluar kapel tersebut sampai saat ini juga merupakan tempat pemakaman umum. Pemakaman yang sudah ikut aturan saat ini, yaitu mesti bayar sewa tahunan. Kalau gak bayar sewa tanahnya ya kena gusur sama yang baru.

2. Sint Barbara Cathedral

Merupakan gereja roman katholik di Kutna Hora. Konon katanya gereja ini dibangun atas inisiatif warga setempat bukan pemerintah atau raja yang sedang berkuasa saat itu. Kubah kathedral ini ternyata juga pernah dirubah, sebelum akhirnya dibangun kembali ke bentuk asalnya seperti yang nampak sekarang ini. Sempat ditunjukkan fotonya sama tour guide tapi sayang nggak ambil foto😏. Dari belakang kathedral ini bisa dilihat Italian Court dan pemukiman penduduk dari kejauhan. Yap!… Kutna Hora kotanya berbukit-bukit.

Sint Barbara Cathedral
Kubah Sint Barbara Cathedral

3. Italian Court

Sebelum tour guide kami menceritakan kenapa kok dinamai Italian Court?… Saya terpikir tempat ini adalah dulunya sebuah pengadilan (court/English). Eh ternyata tempat ini dulunya adalah tempat pembuatan uang koin saat era silver. Jadi penafsiran saya gak nyambung donk😂😂… Dan kenapa Italian Court?… karena dulunya ahli pembuat koinnya berasal dari Italia. Disamping tempat pembuatan uang koin, tempat ini dulunya juga merupakan tempat tinggal/istana raja-raja Bohemia saat berkunjung ke Kutna Hora.

Selama tour di Italian Court kami ditunjukkan tempat-tempat atau ruangan-ruangan yang digunakan untuk bekerja membuat uang koin. Ditunjukkan juga ruangan yang dipakai raja Bohemia saat itu. Yang menarik dari tempat ini adalah kami diberi kesempatan untuk mempraktekkan cara membuat uang koin jaman dulu di Kutna Hora. Sekarang tempat ini selain sebagai wisata sejarah di Kutna Hora juga kadang digunakan untuk acara pernikahan atau event tertentu.

Salah satu mata uang koin yang disimpan di Italian Court
Denah Italian Court

Kutna Hora termasuk masih belum ramai untuk turis. Tapi kotanya cantik kok. Saya sarankan ambil tour khusus ke Kutna Hora dari Prague daripada pergi dengan public transport. Karena menurut saya public transport di Kutna Hora masih sepi. Informasi tour-tour semacam itu silahkan tanya diresepsionis hotel. Saya juga booking tour ini via resepsionis hotel.

Dari awal memang saya kekeuh mesti ke Kutna Hora kalau ke Prague. Saya pingin ke Bone Churh!. Awalnya belum tau bagaimana mau pergi ke sana. Setibanya dihotel (saat check-in), resepsionis hotel memberi sebuah peta kota Prague dan beberapa brosur tour di Prague. Dari brosur tersebut kami dapat info Hop-On Hop-off dan tour lain di Prague. Termasuk juga tour Kutna Hora ini. Pokoknya resepsionis hotel tempat kami tinggal sangat membantu sekali dan nggak pelit informasi hehe… Jadi dari trip Prague saya yang 4D3N itu satu harinya saya habiskan di Kutna Hora😊. Trip kota Prague bisa dibaca disini ya😉.

Prague in 3 Days

Cuti 5 hari di bulan Agustus sudah di acc bos jauh-jauh bulan. Jaripun sudah berbulan-bulan menari diatas layar hp cari promo liburan. Browsing dari travel agent a,b,c,… bahkan gimana kalo kita reservasi sendiri tanpa travel agent juga sudah seperti hobby dadakan😁. Tujuannya apa hayo?… Tentulah cari yang miring karena bayi gede alias mas bojo masih belum terbiasa pergi ala backpaker hehe… Akhirnya dapat juga dari travel agent “A”, citytrip ke Prague 4 hari 3 malam seharga €700 untuk 2 orang. Terbang bersama KLM, termasuk pp shuttle airport-hotel di Prague, hotel 4* (incl. breakfast) dipusat kota (Old Town), plus free city walking tour. Ingat ya… kita perginya Agustus. Summer time! Musim liburan.

Prague dengan view Prague Castle dari kejauhan

Sekilas tentang Prague!

Selain menjadi ibukota negara Czech Republic, Prague juga merupakan kota terbesar di negara itu. Prague dibelah oleh sungai Moldau, atau orang Czech menyebutnya “Vltava rivier”. Jika kita ikut tour dengan kapal dari sungai Vltava, maka akan terlihat jelas seolah Prague dibagi 2 bagian. Disatu sisi sebelah sungai nampak penuh dengan bangunan-bangunan dan disisi lainnya nampak sedikit seperti bukit dan hijau. Banyak taman dibangun di daerah ini.

Cerita dari tour guide… Konon katanya Prague lolos dari serangan bom atom Hitler saat Nazi berkuasa. Mungkin karena keindahan kotanya kali ya sehingga Hitler tak tega memporak-porandakan kota ini. Mulai ngawur nih hehe… Suer deh Prague tuh indah banget, nggak mbosenin. Banyak dijumpai bangunan-bangunan tua di Prague. Kebanyakan gereja di Prague adalah gereja Gothic tapi juga ada sentuhan baroque. Baca juga Sejarah Prague untuk lebih jelasnya.

Walaupun Prague lolos dari bom, Prague juga pernah mengalami masa kelam saat nazi berkuasa. Beribu-ribu orang yahudi dikirim ke sebuah camp di Polandia untuk dieksekusi menggunakan gas beracun. Bahkan konon anak-anak pun tak luput dari eksekusi ini.

Things To Do in Prague

Saya menulisnya berdasarkan trip 4 hari 3 malam saya dan merupakan trip pertama kali ke Prague. Berbagai persiapan sudah saya lakukan dari jauh-jauh hari. Dari cari informasi di sosmed dan googling, ntar kemana aja yah kalo ke Prague?… sudah disiapkan dari awal pemirsahh. Tinggal eksekusinya saja nanti lancar apa tidak😁. Tapi alhamdulilah pulang dengan senyum sumringah hehe…

Seperti citytrip saya yang lain, karena keterbatasan waktu dan merupakan kali pertama berkunjung maka Hop-On Hop-off tetap menjadi favorit saya. Walaupun saya sempat baca-baca kalau tiket public transport katanya gampang disini. Ada semacam day card katanya, tapi saya nggak mau ambil resiko karena belum tau “lor-kidul” di Prague. Kami juga mendapat free short walking tour dari travel agent dimana kami booking akomodasi. Free walking tour di hari pertama kami datang itu sangat membantu sekali untuk persiapan beberapa hari berikutnya. Setidaknya sudah ada patokan kemana mau jalan.

Tiket Hop-On Hop-off saya beli di resepsionis hotel. Saya belinya yang 48 jam karena lebih murah dibanding yang 24 jam dan saya tinggalnya juga 3 hari. Sekedar info, di Prague ada beberapa perusahaan bus Hop-On Hop-off. Warna bus mereka juga berbeda. Yang saya ingat cuma warna merah, oranye, kuning. Saya beli tiket yang oranye. Semua perusahaan mempunyai jalur operasi/rute yang sama. Satu tiket bisa dipakai untuk 3 rute yaitu blue line, green line dan yellow line. Tiket saya juga termasuk cruise Vltava river.

Dokar/andong city tour di Prague
Atau city tour dengan mobil tua ini nih di Prague😉

Nah… Apa saja sih yang bisa dilakuin di Prague? Tidak semua tempat wisata di Prague itu gratis entry. Ada sebagian yang mesti bayar tiket masuk. Tapi yang gratis entry juga banyak kok, bahkan yang top-top lagi. Saya juga pergi yang gratis-gratis entry saja kok. Kalau nggak kepingin (must go) saya juga tidak pergi ke yang nggak gratis😁… Ngirit buat ke Kutna Hora. Insyaallah saya akan tulis terpisah pengalaman ke Kutna Hora.

So, ini dia yang bisa kita kunjungi saat kita ke Prague:

1. Prague Old Town Square dan Astronimical Clock.

Must visit pertama bila kalian sedang di Prague. Nikmati indahnya Old Town Hall, Church Our Lady before Týn, St. Nicholas Church, Jan Hus memorial. Tak jauh dari tempat ini juga terdapat sebuah jalan yang kata tour guide saya merupakan jalan termahal di Prague. Saya lupa nama jalannya, maaf!. Sebuah jalan yang penuh dengan toko-toko barang branded. Seolah kita merasa di Paris kalau menyusuri jalan ini. Astronomical Clock berada disamping Old Town Hall.

View Old Town Square dengan Astronomical Clock dan Tower Church Our Lady before Týn
Powder Tower

2. Karlův Most atau lebih tenarnya Charles Bridge

Jembatan bersejarah yang membentang di sungai Viltava (Moldau) yang menghubungkan Prague Castle dan Old Town. Pengalaman ditempat ini adalah susahnya ambil foto sendirian karena tempatnya rame sekaleee… Tambah sore tambah rame. Kata seorang pedagang disana kalo mau foto sepi datanglah jam 5 pagi. Saat turis masih terlelap di hotel😁.

Charles Bridge dari Vltava river cruise

3. Prague Castle

Kompleks megah yang dibangun diatas bukit. Termasuk di dalamnya adalah Sint Vitus Cathedral yang boleh dibilang icon Prague Castle. Istana kepresidenan yang merupakan tempat ngantornya presiden Republik Ceko. Jadi wajar kalau kita melihat penjagaan ketat ditempat ini. Prague Castle dulunya juga merupakan pusat pemerintahan nazi saat nazi berkuasa.

Penjaga di Prague Castle
Sint Vitus Catedral di Prague Castle

4. Dancing house

Merupakan bangunan modern yang apabila kita amati seolah seperti sepasang penari (lelaki dan perempuan sedang berdansa). Dulunya tempat ini adalah sebuah hunian yang tertimpa bom Amerika dan sekutunya saat PD 2.

Dancing House

5. Wenceslas Square atau Prague New Town

Ngungkapin tempat ini nih…banyak toko, sering ada event atau gathering, traffic (khususnya tram dan pedestrian). Trus yang saya dengar dari radio tour, tempat ini katanya sering dijadikan “Blind Date”😁. Statue Wenceslas I juga ditempat ini. Bangunan megah dibelakangnya adalah museum nasional.

Wenceslas I statue dengan National Museum di Wenceslas Square
Toko-toko di Wenceslas Square

6. Old Jewish Cemetery

Adalah bagian dari area Jewish Quarter. Dulu bangsa Yahudi pernah mengalami masa kejayaan di Ceko. Sekarang juga masih ada tapi sedikit. Tempat ini tidak gratis entry jadi saya cuma lihat dan ambil foto dari luarnya saja😁. Disekitarnya juga masih ada bangunan/rumah bergaya yahudi.

Old Jewish Chemistry
Rumah di Jewish Quarter

7. Ikut tour Vltava river

Menikmati indahnya Prague dari sungai Vltava. Tour berdurasi kurang lebih 1 jam. Saya ada singgung diatas.

Itulah point-point yang bisa dijadikan patokan saat kita ke Prague. Selebihnya just follow your footsteps karena setiap sudut Prague itu cantik. Dan pastikan baterei kamera atau hp full😂.

Asal njepret😁

Catatan lain adalah jangan lupa tukar uang ya… Di Prague masih menggunakan currency lokal yaitu Krona. Bisa juga sih bayar pakai Euro tapi tour guide saya menganjurkan lebih baik bayar pakai Krona. Lebih murah katanya. Makanan termasuk mahal karena kami tinggal di area Old Town. Tapi McD atau KFC mudah ditemukan di dekat Old Town Square dan Wenceslas Squre.

So, masih mau mengulang trip Prague nggak nih?!. Jawabannya iya! Insyaallah… bila ada kesempatan ke Prague lagi, pinginnya Prague-Karlovy Vary.

Brussels Pengobat Gagal Cuti

Awalnya kita berencana untuk pergi ke Yunani lagi. Berhubung cuti tidak sepenuhnya disetujui bos akhirnya kita pergi ke Brussels. Ceritanya buang kesal cinnn… Jangan gara-gara cuti yang dikasih tidak sesuai dengan yang kita ajukan trus batal ngetripnya. Kuno kalee…

Tahu cuti tidak ada harapan lagi akhirnya saya mulai mencari tujuan lain yang fleksibel dengan hari libur dan budget saya. Maklum, cuti untuk bulan Agustus dan cuti mudik akhir tahun sudah disetujui semua. Jadi mesti hati-hati dengan pengeluaran agar Agustus bisa jalan-jalan lagi hehe… Hope ik!

Kami inginnya yang dekat-dekat sini saja dan bisa dengan bus atau kereta. Terpikir cuma Berlin, Gent, Brugge, Brussels. Setelah berunding akhirnya kita sepakat ke Brussels dengan kereta dari Eindhoven. Berkahnya punya rumah dekat station hehe… Tiket kereta PP saya pesan via ns dan hotel via bookingdotcom. Total transport dan akomodasi (excl. Makan dan jajan) yang saya bayar €388 untuk 2 orang, 3 hari 2 malam. Tiket kereta €140 dan hotel €248 superior room including breakfast. Nama hotelnya Park in by Radisson. Lokasinya persis didepan station Brussels Zuid jadi mudah untuk mendapatkan public transport. Jalan kaki ke pusat kota kira-kira 20 menit.

Karena baru pertama kali ke Brussels, modal kita cuma peta yang kita dapat dari hotel dan google map. Nyasar-nyasar dikit gak apalah, kan baru pertama hihi… Hari pertama saya nyatakan lulus muter-muter pusat kota. Dari Grote Markt, Manneken Pis, Mont des Art, Grand palace. Akhirnya tahu juga kalo ada bus hop-on hop-off dan tour pakai dokar (chariot).

Hari kedua kami ke Atomium, sembilan bola atom icon Brussels. Saya sebenarnya sreg pakai hop-on hop-off, tapi suami ngotot pakai public transport dari station Zuid. Jadi nggak usah jalan kaki ke pusat kota untuk naik bus hop-on hop-off. Alamat ada proyek pengerjaan jalan, jadi rute public transport berubah-ubah dan membingungkan bagi saya yang baru pertama kali ke Brussels.

Sekedar saran bagi yang baru pertama kali dan hanya beberapa hari di Brussels, lebih baik ambil hop-on hop-off daripada public transport. Tiketnya bisa dibeli langsung di bus seharga €25 per orang atau beli online €23 per orang. Tiket berlaku 24 jam. Jadi kalau belinya hari ini jam 13.00, maka tiket berlaku juga sampai besok jam 1 siang. Satu tiket bisa dipakai untuk 2 rute. Rute merah (pusat kota) dan rute biru (Atomium). Start point bus dekat station Central. Tersedia audio tour guide di bus dalam beberapa bahasa. Oh ya… tiket dokar tour adalah €50 per dokar, bisa dibeli di Grote Markt.

Saya pun akhirnya beli hop-on hop-off juga karena merasa belum maksimal yang ingin saya lihat. Belum ketemu Cinquantenaire hehe… Pertama duduk saja ikut bus muter-muter. Pindah dari satu rute ke rute lainnya dan dua kali ke Atomium dalam sehari wwkkkk… Baru besoknya kita stop di halte-halte tempat wisata yang ingin dikunjungi.

Jika sedang di Brussels, jangan lupa cobain Belgisch Frites. Konon katanya yang paling enak daripada frites negara lain. Apa iya?… Tolong jangan tanya pendapat saya. Lidah saya belum bisa move on lagi dari sambel trasi haha…

Selain itu cobain juga fresh wafelsnya. Ini benar-benar uenakkk… wafels yang masih hangat dikombinasikan dengan buah-buahan, slagroom, ice cream dan coklat. Lihat mukanya aja langsung jatuh cinta dan “nagihi”. Berharap perut ini jangan kenyang dulu agar bisa nyobain lagi dan lagi.

Dan sebelum pulang, pinanglah Belgisch Chochola nya untuk oleh-oleh yang dirumah. Belgia juga terkenal dengan pabrik coklatnya loh… Dirumah lagi santai sambil makan Belgisch Chochola sambil memutar memory tentang Brussels, barangkali suatu saat kesana lagi. Ahayyyy…..

Eindelijk Ben Ik Ingeburgerd!

Akhirnya Lulus Ujian Integrasi di Belanda

Plong! Setelah 2,5 tahun tinggal di Belanda akhirnya hutang itu lunas. Hutang kepada kerajaan Belanda untuk dapat tinggal di negri kincir angin lunas setelah saya dinyatakan lulus ujian “Kennis Nederland Maatschappij” atau disingkat KNM. Ujian ini merupakan satu-satunya yang tersisa karena 5 ujian lainnya sudah saya selesaikan sebelumnya.
Berdasarkan aturan imigrasi Belanda, semua imigran wajib melakukan ujian integrasi (inburgering examen) setelah mereka tiba di Belanda. Ujian tersebut terdiri dari penguasaan bahasa Belanda baik menulis, membaca, mendengar dan berbicara. Kemudian ditambah 2 ujian lagi yakni orientasi bekerja di Belanda (ONA) dan pengetahuan umum tentang kehidupan di Belanda (KNM). Enam ujian ini yang wajib dilakukan berdasar pengalaman saya yang datang di Belanda per Maret 2016. Perlu di ketahui bahwa peraturan dari imigrasi Belanda (IND) tiap tahun bisa berubah. Jadi untuk info terkini silahkan cek juga website IND dan DUO Sebagai pelaksana ujian tersebut.

Belajar Sampai Ikut Ujian

Dari pertama datang di Belanda pada bulan Maret 2016 sebenarnya ingin secepatnya ikut kursus bahasa Belanda, tapi suami melarang. Dia menyarankan untuk istirahat dulu baru setelah summer holiday ikut kursus. Akhirnya bulan Agustus mulailah cari informasi tempat kursus terdekat dan dapatlah tempat kursus “A”.

Saya mendaftar di tempat kursus “A” dan melakukan tes (intake). Tes ini bertujuan untuk mengetahui level bahasa Belanda kita dan nantinya untuk menentukan darimana kita mulai belajarnya. Dari hasil tes saya bisa memulai kursus dari level B1 (NT2 programma 1) tanpa harus mengulang level A2. Bahkan sang dosen pun menganjurkan untuk langsung daftar ujian inburgering A2 tanpa harus kursus lagi, cuma disuruh latihan sendiri via internet. Tapi saya ngotot ingin ujian staatexamen NT2-1 dan saya ingin kursus NT2-1.

Rasa ngeyel saya ini akhirnya berujung drama. Drama menunggu dan menunggu yang tak pasti. Dari Agustus katanya kursus mulai bulan Oktober. Oktober tiba, ditungu-tunggu tidak ada kabar. Ditelpon, di email jawabnya sama belum bisa memastikan kapan kursus level B1 bisa dimulai. Kesal sih sama yang plin-plan kayak gitu. Beruntung ada kenalan suami yang punya nomor HP seorang dosen yang mengajar di tempat kursus itu. Suami langsung telpon dan bertanya kejelasan kursus tersebut.

Ternyata… ditempat kursus “A” sebenarnya belum ada kursus untuk level NT2. Mereka hanya memfokuskan kursus inburgering atau level A2 saja. Huhhhh… cemut-cemut kesel tingkat dewa akuhhhh!!! Ikke sudah jadi korban PHP! Duit €180 melayang buat bayar intake. Akhirnya dosen tersebut pula yang memberitahu bahwa tempat kursus “B” sedang mencari murid untuk kelas NT-2. Suami pun langsung mengontak tempat kursus “B”. Alhamdulillah masih ada tempat untuk saya.

Di tempat kursus “B” ini saya dapat kejelasan. Sama sih pertama juga dites dulu, tapi bedanya disini tesnya gratis tanpa dipungut biaya hehe… Hasil tes juga sama kalau saya bisa langsung masuk kelas B1. Kontrak perjanjian kursus akhirnya ditandatangani awal November dan Januari 2017 mulai kursus. Nunggu 3 bulanan nggak apalah yang penting ada kejelasan.

Selang beberapa minggu dari penandatangan kontrak kursus, saya diterima kerja ditempat kerja saya yang sekarang. Beruntung tempat kerja juga mengizinkan saya untuk pergi kursus. Jadi kontrak kerja saya waktu itu, sebelum mulai kursus saya harus kerja fulltime. Setelah kursus dimulai pada bulan januari kontrak kerja menyesuaikan dan saya boleh bekerja parttime. Intinya pagi kursus, habis kursus kerja. Toh jarak tempat kerja dan kursusan tidak jauh.

Kursus bahasa Belanda saya tempuh selama 6 bulan di tempat kursus “B”. WerkVloer Taal Helmond namanya. Saya masuk kelas B1 dosennya bernama Peter. Cara penyampaiannya enak sehingga saya bisa cepat memahaminya. Tugas-tugas untuk dibuat dirumah alias PR juga banyak sehingga saya merasa cukup berlatih. Ditambah lagi latihan ngomong dengan teman-teman ditempat kerja. Saya juga rajin belajar sendiri via internet. Biaya kursus waktu itu mahal menurut saya. Saya termotivasi untuk giat belajar agar tidak terlalu lama duduk di kursusan.

“WerkVloer Taal Helmond” tempat kursusku

Setelah 6 bulan dan beberapa kali latihan ujian di kursusan hasilnya boleh dibilang OK. Saya memutuskan untuk tidak memperpanjang kursus dan ikut ujian. Sesuai perjanjian, pihak kursusan yang mendaftarkan ujian. Untuk pertama kali ujian saya tidak dikenakan biaya. Pihak kursusan yang menanggungnya. Tetapi jika saya tidak lulus ujian, maka ujian yang mengulang berikutnya saya harus bayar sendiri.

Saya ikut ujian dibulan September 2017 di Eindhoven. Dalam 2 hari saya ikut ujian 4 mata ujian yaitu schrijven, luisteren, lezen dan spreken. Semua ujian dilakukan dengan komputer. Ujian sangat rahasia, sehingga kita hanya diperbolehkan membawa bukti identitas dan surat panggilan ujian saja ke ruang ujian. Lainnya seperti tas, HP, jaket, jam tangan, kertas dan pen harus disimpan di loker.

Setelah menunggu kurang lebih 6 minggu, hasil ujian keluar dan saya LULUS. Saya dapat diploma NT2-1. Duh senengnya, akhirnya ujian yang terberat kelar. Tinggal 2 lagi!

Diploma Staatexamen NT2-1

Tinggal ONA dan KNM!

Pihak kursusan sebenarnya menawarkan kursus, tapi saya menolaknya. Waktu itu saya mikir untuk fokus kerja. Cari kerja di Belanda juga lumayan sulit untuk imigran kalau kita bukan expat. Saat itu saya baru mendapat perpanjangan kontrak. Disisi lain, saya juga tidak terlalu “ngoyo” lagi dengan inburgering. Yang 2 ini tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi dibanding dengan yang 4 sebelumnya. Dalam hati “santai aja, tanggal jatuh tempo masih lama”.

Dibiarkan kok saya jadi malas untuk belajar ONA dan KNM. Akhirnya Maret 2018 saya berusaha membuat portofolio ONA dengan bantuan youtube, google dan minta petunjuk teman. Portofolio dikirim dan DUO menyatakan bahwa portofolio “goedgekeurd” atau OK. Saya dapat panggilan interview ONA bulan Agustus. Seminggu setelah interview hasil ujian keluar dan lulus ONA. Huhhh… tinggal selangkah lagi!

Hasil ujian ONA memotivasi saya untuk menuntaskan semuanya. Tinggal KNM nih!… Jujur saya malas sekali belajar. Akhirnya saya nekad daftar ujian dengan jeda sebulan dengan tanggal ujian yang saya pilih. Maksudnya agar dalam sebulan tersebut saya bisa belajar.

Pada hari H dengan PeDe-nya saya ikut ujian bermodal 3x latihan dari website resmi DUO. Selebihnya saya percaya dengan pengetahuan saya selama 2 tahun tinggal di Belanda. Ujian berjalan lancar. Target saya waktu itu hanya lulus. Saat hasil via internet keluar, saya lulus! Mudik dengan rasa plong. Pas liburan ke Indonesia dapat surat dari DUO. Dibuka dan dibaca mertua ternyata hasil ujian KNM dapat nilai 10. Tambah GeEr ikke hehe…

Balik dari liburan, dapat surat lagi dari DUO. Memberitahukan bahwa tanggal 20 November 2018 mesti datang ke Eindhoven ambil diploma Inburgering. Jadi saya punya diploma Staatexamen NT2-1 dan dilpoma Inburgering.

Sekedar info!

  • Minimal ujian yang harus dilakukan untuk imigran di Belanda (bukan dari EU) adalah level A2. Jadi kalau kita ikut ujian untuk level lebih tinggi (NT2) maka tidak usah lagi ujian A2. Cukup nambah ONA dan KNM.
  • Biaya kursus dan ujian bisa pake biaya sendiri atau pinjam (utang) dari DUO. Besarnya pinjaman tergantung pada penghasilan anda/partner dan maksimal €10.000. Kita tidak terima cash ya… Melainkan sekolah mengirim faktur ke DUO dan DUO akan membayar biaya kursus kita langsung ke rekening pihak sekolah. Kita wajib mengembalikan pinjaman setelah kita lulus, diangsur perbulan tanpa bunga. DUO akan mengirim surat rincian pengembalian pinjaman.

Bali Selipan Mudik 2018

Mudik kali ini diselipin mampir ke Bali. Suami sih belum pernah ke Bali. Dia “so excited” dengan rencana ke Bali. Cerita dari pengalaman sendiri akan lebih menarik dari berdasarkan “katanya… katanya…”. Betul nggak?!

Cuti kami hanya 3 minggu. Sesuai rencana 2 minggu dikampung halaman untuk melepas rindu dengan keluarga. Seminggunya di Bali.Semua tiket dan akomodasi selama di Bali sudah kami pesan dari Belanda sebulan sebelum mudik. Jadi selama mudik kita tinggal “follow the schedule” saja. Budget untuk liburan juga sudah diatur sedemikian rupa jauh-jauh hari bahkan jauh-jauh bulan setelah tiket utama mudik dipesan. Liburan maksimal sesuai budget! Asikkkk…..

Belajar dari pengalaman sebelumnya agar ngetrip ke Bali bisa maksimal, sengaja kali ini saya bawa keluarga kecil saya menginap di 2 tempat. Kami tinggal 2 malam di Kuta dan 4 malam di Ubud. Cerita serunya, langsung lanjut bacanya. Hehe….

Dua malam di Kuta dan trip Bali selatan

Hari pertama di Bali kita check in di Kuta. Hotel berada di daerah Legian, dekat pantai Legian dan “night life” nya jalan Legian. Yang belum pernah ke Bali langsung ditunjukkan jantungnya Kuta biar tambah seru. Dag dig dug seperti musik disco di diskotik-diskotik jalan Legian.

Hari pertama cuma jalan-jalan saja disekitar hotel. Menikmati jalan Legian sambil ngapalin cafe-cafe dan pub-pub disepanjang jalan. Dan sesekali nongkrong di pantai Legian sambil menikmati kelapa muda dan jagung bakar.

Monumen Bom Bali
Pantai Legian

Hari kedua di Kuta saya ambil trip Bali selatan. Trip dimulai dari hotel ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). Patung dewa Wisnu yang baru diresmikan dan kabarnya lebih tinggi dari patung Liberty di Amerika. Kemudian ke pantai Padang-padang dan terakhir sunset di pura Uluwatu.

Tips jika sedang di pura Uluwatu, jangan lewatkan sunset tanpa tari kacaknya. Untuk tiket tari kecaknya siap-siap satu jam sebelum loket dibuka sudah standby disana. Ngantrinya panjang dan loket dibuka sejam sebelum pertunjukan dimulai. Lebih awal dapat tiket lebih leluasa memilih tempat duduk!

Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Tangga ke Pantai Padang-Padang
Pantai Padang-Padang
Tari Kecak pura Uluwatu
View dari Pura Uluwatu

Agar waktu tidak terbuang percuma, check out dari Kuta kita ambil trip yang sejalur kearah Ubud agar nantinya bisa langsung di drop dan check in di Ubud. Sopir sangat fleksibel, keluar hotel jam 9 pagi kita dibawa ke Tanah Lot. Selanjutnya mampir di sebuah kopi plantasi untuk melihat proses pembuatan kopi Luwak dan tentunya ngopi juga dong hehe…

Habis ngopi, trip lanjut ke Jatiluwih rice terrace untuk makan siang sambil menikmati indahnya sawah-sawah bertingkat. Yang unik di Jatiluwih adalah katanya ada jenis beras merah yang tidak bisa ditanam di daerah lain. Beras merah itu hanya bisa ditanam di Jatiluwih. Kenapa? Saya sendiri kurang tahu. Pak sopir bilang karena struktur alamnya saja sehingga beras itu hanya bisa ditanam di Jatiluwih.

Dan terakhir ke pura Ulun Danu. Terinspirasi dari gambar uang pecahan 50 ribu rupiah. Banyak yang selfie sambil bawa uang pecahan 50 ribu rupiah. Dari Ulun Danu cuz check in di Ubud dan dimulailah hari di Ubud.

Tanah Lot
Jatiluwih Rice Terrace
Pura Ulun Danu

Days in Ubud!

Jika kalian pecinta nature dan seni maka jangan lewatkan Ubud. Pemerintah setempat sangat menjaga alam dan tradisi di Ubud. Gosip dari pak sopir, katanya hotel-hotel besar juga dibatasi. Pemerintah setempat lebih mengutamakan villa-villa atau guest house yang membawa konsep tradisional. Kalaupun ada luxe hotel di Ubud, itupun mereka menerapkan konsep tradisional ditambah lokasi plus view yang bagus dan servis-servis lainnya.

Welcome in Ubud

Desa-desa di Ubud juga punya ciri khas sediri-sendiri. Seperti desa Batu Bulan terkenal dengan seni tari Barongnya. Desa Celuk terkenal dengan seni kerajinan peraknya. Ada desa lain juga terkenal dengan seni pahat kayunya atau desa pembuat patung-patung dari batu.

Pusat kota Ubud juga sangat ramai. Pasar Tradisional Ubud, Ubud Palace, Pura Saren Agung, Monkey Forest bisa dimasukkan list jika sedang di pusat kota Ubud karena lokasinya berdekatan. Jangan kaget dengan harga-harga souvenir di pasar Ubud, kalian bisa menawarnya kok.

Ubud Traditional Market
Ubud Traditional Market

Selama 4 hari di Ubud kami hanya sekali ambil prive tour untuk daerah diluar Ubud central. Tour tersebut membawa kami ke desa Batu Bulan untuk menikmati tari Barong. Selanjutnya ke air terjun Tegenungan, Tampak Siring dan terakhir ke Kintamani untuk menikmati indahnya gunung Batur. Kintamani sebenarnya tujuan terakhir kami. Karena pak sopir yang baik hati dan waktu masih memungkinkan, kita pun diajak mampir ke Tegallalang rice terrace sebelum di drop lagi ke hotel.

Sekedar opini saya!

Hotel di area Kuta lebih murah daripada di Ubud. Di Ubud juga ada guest house murah. Rajin-rajin saja browsing atau tanya-tanya pasti ada. Untuk makanan, sama lah… mahal! Tapi kalau mau ngemper (maaf) juga ada kok. Sewa motor atau mobil akan lebih leluasa explore Balinya jika bisa nyetir dan punya SIM untuk lebih amannya.

Tirta Empul
Tegenungan waterfall
View Gunung Batur, Kintamani

Time flies! Saatnya untuk balik kampung jumpa emak. Si anak juga mesti ke sekolah lagi setelah bolos seminggu. Semoga tahun depan bisa pergi lagi. Ikke masih penasaran dengan desa Penglipuran dan desa Trunyan hehe…

Explore Santorini Part 2

Sudah baca blog saya Explore Santorini Part 1?… Blog ini adalah kelanjutan dari blog tersebut.

Hari ketiga dan keempat kami habiskan di sekitar Kamari saja. Kebetulan dihari minggu ada balap F1 Spanyol. Jadi acara di dua hari tersebut adalah nonton F1 dan jalan-jalan disekitar saja. Suami diehard F1, saya sih sebatas suka saja. Rencana awal mau nonton F1 di HP, tapi waktu kita jalan-jalan disepanjang boulevard ada sebuah teras restoran yang promosikan “nobar F1 Spain”. Akhirnya kita ikut gabung sambil menikmati makan siang yang telat.

@Kamari

Selasa adalah hari kelima kami. Di hari ini kami pergi mengunjungi kota Fira dengan lokal bus. Fira adalah ibukota Santorini. Kotanya sangat ramai dan kita banyak menjumpai toko-toko atau restoran dibanding tempat-tempat lain.

Terminal bus satu-satunya di Santorini juga ada di Fira. Perlu diketahui bahwa TIDAK ADA bus yang langsung ke kota-kota lain di Santorini. Untuk ke semua destinasi harus bertukar bus di Fira. Misalnya, kami dari Kamari mau ke Óia. Kami naik bus dari Kamari dan stop di Fira, kemudian ambil bus jurusan Óia.

@Fira
Terminal bus Fira

Satu-satunya cable car juga ada di Fira. Tarifnya €6 sekali jalan per orang. Jadi di Fira lebih gampang untuk turun ke pelabuhan. Saya tidak perlu naik taxi donkey atau jalan kaki menyusuri tangga haha… Jika ingin naik cable car sebaiknya datanglah ke Fira pagi-pagi dan cobalah dulu naik cable car kemudian jalan-jalan keliling Fira. Kalau agak siangan ngantrinya lama.

Cable car di Fira

Hari Keenam, Bus Tour Desa Megalochori-Akrotiri-Santo Wine

Tour ini kami pesan juga via Kamari Tour seharga €43 per orang. Bus berangkat pukul 10.30 pagi waktu Santorini. Sama seperti boottoch tour, di bus tour juga kita didampingi guide. Oianna namanya…

Tujuan pertama bus tour adalah bukit Profitis Illias. Bukit ini merupakan titik tertinggi di Santorini, kurang lebih 600 meter diatas permukaan laut. Kata Oianna…

Diatas bukit Profitis Illias ada sebuah kloster tua dan beberapa biara juga tinggal di kloster. Tidak jauh dari kloster terdapat kompleks basis militer. Dari atas bukit kita juga bisa melihat jalan raya ke Óia. Pulau Thirasia, Nea Kameni juga terlihat jelas. Tempat ini juga merupakan pilihan untuk menikmati sunset walaupun tak seheboh di Óia.

@Bukit Profits Illias
@Kloster Profitis Illias

Dalam perjalanan menuju bukit Profitis Illias, kita mampir sejenak di desa Pyrgos. Desa ini merupakan titik tertinggi kedua di Santorini setelah bukit Profitis Illias. Desa ini berada di ketinggian kurang lebih 450 meter diatas permukaan laut.

Setelah Profitis Illias kita menuju desa Megalochori. Terlihat hamparan perkebunan anggur disepanjang perjalanan. Yang unik dari tanaman anggur disini adalah pohonnya tidak diberi penyangga. Pohonnya dibuat melingkar seperti rata dengan tanah. Hal ini bertujuan untuk menjaganya dari kerusakan akibat angin yang kuat. Buah anggur nantinya adalah sebagai bahan pokok pembuatan wine lokal.

Kebun anggur di Megalochori

Megalochori merupakan desa tertua di Santorini. Didesa ini juga masih terdapat beberapa rumah tradisional walaupun ada beberapa sudah tidak lagi berpenghuni. Jadi di desa ini kita bisa melihat perbedaan antara model bangunan lama dan bangunan baru.

Salah satu rumah kuno di Megalochori
@Megalochori
@Megalochori

Tour lanjut ke Akrotiri. Disini kita bisa berkunjung dua tempat wisata sekaligus. Yaitu ke situs arkeolog Akrotiri dan Red Beach. Bus kami parkir di Akrotiri. Dari pihak Kamari Tour sebenarnya tidak merekomendasikan ke Red Beach karena bencana longsor beberapa bulan lalu. Tetapi tidak melarang juga apabila kita ingin pergi ke Red Beach. Jadi kita mesti jalan kaki sekitar 10 menit dari Akrotiri.

Kami sengaja ke Red Beach dulu baru menyusul rombongan ke Akrotiri. Jalan menuju Red Beach memang keras. Pantainya nampak bagus, cuma bongkahan batu-batu besar di sekelilingnya. Pantainya sendiri ada dibawah bukit batu-batu besar ini. Saya sadar mengapa pihak Kamari Tour tidak membawa kita ke pantai ini. Faktor keselamatan lah alasan utamanya.

Perlu diketahui bahwa Red Beach bukan karena airnya berwarna merah atau pasirnya berwarna merah. Tetapi karena pantainya berada dibawah bukit batu yang berwarna merah. Jadi kalau kita melihat sekitar pantai hanya bukit-bukit batu berwarna merah.

@Red Beach

Balik dari Red Beach kita menyusul rombongan mengunjungi situs arkeolog Akrotiri. Tiket masuk €12 per orang. Dengar-dengar kalau kita adalah student di Uni Eropa “gratis entre”.

Situs Akrotiri adalah sisa-sisa peradapan kuno di Santorini. Dari sisa-sisa bangunan ini dapat diketahui bahwa Akrotiri dulunya adalah kota pelabuhan yang ramai. Dari sisa-sisa bangunan ini juga dapat diketahui bahwa model bangunan yang ada sekarang tidak jauh beda dengan model bangunan jaman dulu.

@Akrotiri

Dari Akrotiri kita lanjut ke Pantai Perivolos untuk makan siang. Setelah itu lanjut ke tujuan terakhir yaitu Santo Wine. Tempat pembuatan wine lokal. Di Santo Wine kita dipersilahkan untuk mencoba 3 jenis wine sebagai “welcome drink”. Selanjutnya seorang dari pihak Santo Wine akan menceritakan sedikit sejarah Santo Wine.

@Santo Wine

Óia Jilid 2

Sehari sebelum balik ke Belanda, sengaja saya pergi lagi ke Óia. Hari ini saya khususkan untuk jalan-jalan saja dan mencari keberadaan si “3 kubah biru” tanpa menunggu sunset. Tau nggak, hampir disepanjang gang-gang di Óia lantainya marmer loh!.

Kata orang-orang ada yang sempat kesulitan mencari dimana keberadaan “3 kubah biru”. Memang keberadaannya agak sedikit tersembunyi dan agak dibawah. Beruntung pada waktu ikut tour dihari sebelumnya, Tanya pernah memberitahu dimana “3 kubah biru” itu.

“Dari meeting point kekanan, gang kedua kekiri. Ikuti anak tangga turun dan kamu akan menentukan 3 kubah biru”. Kata Tanya waktu itu.

Ini adalah meeting point yang dimaksud. Gereja dengan kubah biru dan 6 bel, lantainya marmer!
Atau, ikuti anak tangga turun didepan toko ini untuk ke 3 kubah biru
Sukses meninggalkan jejak!haha…
Óia dipagi hari

Yes, it’s right! Saya jumpa 3 kubah biru dan masih sepi. Akhirnya bisa jeprat-jepret sampai puas. Ikke pun bisa balik ke Holand dengan rasa plong dan bisa cerita panjang lebar seperti sekarang hehe…